Bertambah Pengharapan
Selamat pagi, haii. Sekarang jam 1.05 a.m. Ya, saya masih di hadapan laptop sambil membuat kertas kerja program.
Ingat lagi latest entry sebelum ni tentang perkenalan saya dengan kawan tu? Hahahahha. Yup, malam ni tadi baru je selesai sesi taaruf kali ke-3. Perbincangan setiap sesi yang semakin hari semakin serius. Jujurnya, saya sendiri rasa segan untuk tanya beberapa perkara, tetapi menyedari hakikat diri yang sudah dewasa, soalan-soalan serius perlu ditanyakan. Now or never. Takkan nak tunggu bila dah terlambat nanti kan.
Dalam tempoh perkenalan yang sekarang ni, jujurnya pengharapan saya bertambah ke atas dirinya. Saya yang sudah mula merasai bibit-bibit sayang dan cinta. Tapi tetap menyedari fasa yang sedang kami lalui. Selagi keputusan tidak dibuat, maka seharusnya pengharapan ini kekal di level yang sepatutnya, tetapi hati saya tidak begitu pula.
Yup, saya tak nak rasa ini pergi terlalu jauh buat masa ini. Saya risau akan menyakiti diri sendiri nanti tatkala sudah terlanjur mencintai dan menyayangi. Mengenali diri sendiri bagaimana, saya sepertinya sudah masak.
“Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah dengan ilmu-Mu, aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan sementara aku tidak mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dan agamaku, kehidupanku, akhir urusanku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah hal tersebut untukku. Mudahkanlah untukku dan berkatilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, akhir urusanku, diniaku, dan akhiratku, maka palingkanlah aku darinya dan palingkanlah dia dariku. Takdirkanlah yang terbaik untukku apa pun keadaannya. Sesungguhnya engkau Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”
Ulasan
Catat Ulasan